Latar Belakang / History ICTA

Usia penyelenggaraan Televisi Kabel Indonesia sudah memasuki sekitar tahun ke 14 sejak beroperasi pertamanya di antara Tahun 2000-an. Selama perjalanannya dalam melayani kebutuhan masyarakat terhadap informasi, Pengusaha Televisi kabel di Indonesia semakin meningkatkan layananannya. Hingga tahun 2002 ditetapkalah Undang-undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002. Pengaturan Usaha Televisi kabel secara jelas diatur dalam pasal 25 dan pasal 26 Undang-undang nomor 32 tahun 2002. Berlaku efektif sejak Keputusan Mahkamah Konstitusi Perkara nomor 005/PUU-1/2003 tanggal 22 Juli 2004. Potensi berkembangnya usaha tv kabel di dorong oleh mandegnya system jaringan telesterial yang dilakukan oleh Lembaga Penyiaran Swasta. Struktur demografi wilayah Republik Indonesia yang memiliki sekitar 17.000 pulau, menjadi hambatan bagi penyedia jasa peyiaran dengan system telesterial. Akibatnya banyak daerah yang tertutup gelombang siaran televisi.

Peluang ini dimanfaatkan oleh sebagian kecil dari generasi muda Indonesia untuk mendirikan usaha tv kabel. Meskipun dari awal aspek pendirian usaha hanya bermodalkan izin rekomendasi daerah pemerintah Daerah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten. Dari data siaran Pers Kemeterian Komunikasi dan Informasi RI pertanggal 24 Mei 2009 nomor siaran pers 121/PIH/KOMINFO/2009 bahwa terdapat kurang lebih 695 Jumlah Operator tv berbayar (pay tv) yang melayani sekitar 1,436.000 pelanggan dengan variasi Iuran Bulanan antara Rp. 15.000 s/d 50.000,- tersebar di seluruh Indonesia. Seiring dengan perbaikan pengaturan lembaga Penyiaran, maka sejak di berlakukannya Undang-undang Penyiaran beberapa usaha Televisi Kabel mulai menyesuaikan diri dengan tuntutan Aturan tersebut. Hingga saat ini tercatat sekitar 200-an Usaha tv Kabel yang sudah berbadan Hukum Dan telah memperoleh Izin Penyelenggaraan Penyiaran dari Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Atas kesadaran beberapa pengurus 3 asosiasi sebelumnya, maka di dicetuskanlah asosiasi Televisi Kabel baru yang bernama ”Asosiasi Televisi Kabel Indonesia”,untuk lebih memperluas jaringan, maka nama assoisasi menggunakan bahasa internasional sehingga diputuskan bernama “Indonesia Cable Tv Association di singkat ICTA”.