Judhariksawan : Pengusaha TV Kabel Pahlawan Informasi Yang Sesungguhnya

Judhariksawan : Pengusaha TV Kabel Pahlawan Informasi Yang Sesungguhnya

Seminar Nasional Digitalisasi TV Kabel yang diselenggarakan ICTA pada tanggal 4 dan 5 Maret 2015 di Bandung, menghadirkan ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Judhariksawan sebagai Pembicara Kunci. Tema yang diangkat oleh Ketua KPI Pusat ini mengukuhkan eksistensi Pengusaha TV Kabel sebagai Lembaga Penyiaran Berlanggan (LPB) yang di akui oleh Pemerintah. Meskipun secara factual masih banyak pelaku usaha TV Kabel yang belum sepenuhnya menerapkan Undang Undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Tetapi upaya atas implentasi peraturan kepada Pengusaha TV kabel tetap dilaksanakan baik pemerintah, KPI maupun stakeholder lembaga penyiaran di Indonesia.

Pada kesempatan penyampaian dalam sesi keynote speaker, dihadapan ratusan pengusaha TV kabel dari Seluruh Indonesia, Mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi selatan 2 periode ini mengungkapkan, bahwa eksistensi TV Kabel di Daerah sangatlah dibutuhkan. Dengan area blankspot Indonesia yang cukup luas, maka kehadiran TV kabel sangat signifikan. Sesungguhnya pemerintah memiliki kewajiban sesuai dengan mandatory UU untuk menyebarluaskan Informasi kepada public. Tetapi tugas ini sepenuhnya tidak dapat dijalankan oleh Pemerintah termasuk Lembaga Penyiaran Swasta Nasional yang bersiaran secara terestrial tidak dapat memenuhi ruang-ruang public secara merata.

Dengan sangat memukau Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Unhas ini mengungkapkan “Menurut saya Pahlawan Informasi yang sesungguhnya di Republik Indonesia ini adalah kawan-kawan Pengusaha TV Kabel. Sebab fakta telah kita saksikan bersama-sama, masyarakat Indonesia tidak dapat menikmati siaran-siaran nasional dipelosok perbatasan Negeri ini itu kalau tidak ada kawan-kawan Pengusaha TV Kabel”. Judhariksawan menghimbau kepada seluruh pengusaha TV Kabel Indonesia untuk tetap semangat menjalankan bisnisnya dan mengingatkan untuk patuh kepada peraturan perundang-undangan tentang penyiaran. Tugas suci yang diemban oleh Pengusaha TV Kabel harus dibarengi dengan sikap yang taat hukum, Sehingga eksistensinya akan semakin di hargai oleh semua Pihak, Jika kondisinya sudah baik seperti ini maka pemerintah wajib melindungi pengusaha ini. (Humas ICTA)


Keterangan Gambar : Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Judhariksawan

Leave a reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *